Papa Pos: Otozen

Informasi dan review motor baru

Articles by "Otozen"

06.07
Hallo masdab.. masa kecil admin dulu tidak asing lagi dengan yang namanya Tamiya, baik mainan mobil-mobilan ataupun serial kartun-nya.. nah tapi apa jadinya kalau Tamiya yang notabenenya perakit sebuah mobil kecil untuk di adu balapan melainkan kali ini merakit sebuah motor Miniatur atau Replica dari Ninja H2R, motor gen Ninja terkencang dari Kawasaki.. wah keren pasti.

Kawasaki Ninja H2R
Kawasaki Ninja H2R yang sesungguhnya

Motor yang mampu berpacu diatas aspal dengan kecepatan lebih dari 400 Kilometer per jam ini memang sesuatu banget, bukan hanya dari power sang kuda besi, melainkan dari design motor ini juga menarik dan menurut Papappos sendiri memiliki nilai seni.. bukan cuma sekedar tunggagan, dan mungkin alasan itu juga yang pada akhirnya Tamiyapun membuat Miniaturnya..

Kalau dilihat ya tetap saja beda dari aslinya.. tapi akurasinya memang top.. ini versi Tamiya-nya. Keren, berikut penggambaranya!

Kawasaki Ninja H2R Tamiya
Kawasaki Ninja H2R Tamiya

Baca dari situs resminya, Tamiya memang niat betul merakit Replika sang Ninja H2R ini, detail dan akurasi per-komponenya nampak mirip, bisa dilihat dari daleman Rangka atau Sasis Model Tralis Miniatur ini, "akurasi mempesona" breathtaking accuracy..

Sasis Miniatur Ninja H2R
Sasis Miniatur Ninja H2R

Detail Fueltank.. duhh..

Fuel Tank Replica Ninja H2R
Fuel Tank Replica Ninja H2R

Punya dimensi panjang 172 mm alias 17,2 cm, lebar 70 mm dan tinggi 97 mm.. perbandingan sakalanya adalah 1:12, pada bagian knalpot, slincer knalpot, penerangan diklaim menggunakan bahan plat metal. Nah, selain Replica motor saja, Tamiya juga memberikan standar racing..

Tamiya Ninja H2R
Packaging Tamiya Ninja H2R

Harga Miniatur atau Replica Ninja H2R ini dijual Tamiya Amerika seharga 55 USD atau bila dikonversikan menjadi rupiah dengan kurs hari ini harganya adalah Rp 730 ribuan. Untuk Otivers yang minat mau beli silahkan cari di Online Storenya Tamiya.

Setelah kemarin Papappos update info mengenai Cara Inreyen Sepeda Motor yang Masih Baru, kini kita akan membahas  untuk Inreyen motor Honda khusunya nakedbike 150 cc, All New Honda CB150R Streetfire.

Cara Inreyen Motor All New Honda CB150R
All New Honda CB150R
Ini adalah cara inreyen yang disarankan untuk All New CB150R namun Papapos yakin hal ini berlaku untuk semua motor Honda lainya bahkan pabrikan lain, hanya berbeda detail penyampaian karena Inreyen umumnya adalah proses penyesuaian komponen pada motor terutama mesin untuk tetap bekerja presisi pada posisinya, tentu punya waktu untuk saling menyesuaikan, saling klop.

Untuk masdab saja yang punya merk selain All New CB150R monggo untuk membaca buku pedoman pemilik atau buku petunjuk saja, apapun mereknya. Kalau untuk Honda CB150R sendiri teknis untuk Inreyen dijelaskan pada halaman 7 submenu Periode Pemakaian mula pada Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dalam Berkendara.
Selama periode 500 km pertama, ikutilah petunjuk untuk memastikan keandalan dan kinerja sepeda motor anda di masa mendatang.

Poin-poin:
  • Hindari penggunaan gas secara penuh dan akselerasi dengan sangat cepat.
  • Hindari pengereman dan penurunan kecepatan secara mendadak.
  • Berkendaralah dengan biasa saja.
Intinya Honda berusaha menjelaskan dalam masa Inreyen (jarak tempuh 500 km), pastikan masdab untuk mengoperasikan motor dengan biasa saja, naik perlahan (kecepatan) dan turun perlahan termasuk dalam pengereman dan down shifting gear,

Tujuanya, seperti yang di jelaskan pada buku pedoman yakni Untuk memastikan kinerja motor di masa mendatang, nah tuh dia jelas sudah. Supaya mesin motor tetap awet masdab, punya durabilitas yang tinggi, jadi proses inreyen sangat penting sebenarnya.

Mesin Motor All New Honda CB150R
MesinAll New Honda CB150R



Untuk perbandingan,k Cara Inreyen Motor All New CB150R ini masdab lebih baik baca artikel Papapos cara inreyen kendaraan bermotor. Sebetulnya sama saja tergantung tujuannya, kita menginginkan kendaraan kita seperti apa nantinya.

20.19
Operasi Zebra Lodaya 2016 yang berlangsung mulai tanggal 16 lalu sampai 29 November 2016 nanti dilaksanakan setidaknya 4x Operasi setiap hari masdab.. salah satu waktu yang sering dianggap ditinggalkan-pun tetap dilakukan contohnya saat malam hari atau dini hari.

Operasi Zebra dini hari
Razia polisi malam atau dini hari (pict: surakarta.go.id)

Seperti laporan yang Papappos terima dari rekan yang ada di kota Solo, Operasi Zebra dilakukan pada hari Jumat (18/11/2016) kemarin dilakukan salah satunya pada pukul 01:30 WIB atau jam setengah dua dini/pagi hari.
"Kemarin aku lewat ada Operasi Zebra jam setengah dua pagi," kata Mr R saat melakukan perbincangan bersama admin Papappos.
"Lampu Penerangan, Plang dan atribut Razia lengkap," sambung beliau setelah aku cerocos dengan pertanyaan soal legalitas polisi (soalnya takutnya operasi tidak resmi).

Nah, aku juga sedikit sharing masdab kalau sepanjang perjalanan Yogyakarta-Gunungkidul tidak ada razia atau Operasi pada hari Minggu siang hari kemarin (20/11/2016).
"Aku tadi tidak ada razia," kataku masdab saat ditanyai beliau.
"Ya, soalnya minggu hen!," balasnya.

Ternyata operasi tidak dilakukan hari Minggu toh? atau hanya kebetulan pas tidak ada razia saja mungkin ya.. IMO.

Ya.. mungkin itu saja artikel sharing yang bisa Papappos infokan, intinya Operasi Lodaya 2016 tidak hanya dilakukan pada siang hari saja masdab.. Dini hari ternyata juga kerap ada Operasi.

FYI.. Operasi ini ditujukan untuk meminimalisir angka Kecelakaan karena dipicu oleh beberapa faktor diantaranya karena kelengkapan berkendara Serta kendaraan, pelanggaran dan kompetensi berkendara dengan tidak punya SIM. Jangan lupa SIM/STNK yang masih berlaku, perlengkapan kendaraan, plat nomor dan posisinya, sabuk pengaman untuk sampean driver (pengendara mobil), helm untuk pemotor dan rambu-rambu lalu lintas tentunya. Razia dilakukan di daerah atau jalan yang rawan kecelakaan.

Jadi monggo.. untuk Otivers semua untuk mematuhi undang-undang demi keselamatan kita sendiri, bukan karena Razianya, tetapi memang kesadaran kita sendiri terutama untuk keselamatan di jalan.. jangan lupa berdoa dan ingat, keluarga masih menanti kita di rumah. Semoga berguna masdab!

05.53
Masdab.. Sekarang sedang marak kampanye anti-pungli, maka Papappos juga semakin semangat untuk ikut-ikutan menyuarakan kampanye dari kepolisian itu sesuai dengan profesi dan kemampuan.. ya minimal sebagai Warga Negara yang baik dengan mengikuti prosedur yang berlaku sesuai undang-undang.

Memang pungli atau pungutan liar dianggap meresahkan beberapa polisi 'sehat' karena bisa merusak citra polisi sendiri dan mungkin juga meresahkan sebagian masyarakat, kalau salah satu oknum yang melakukan pungli mungkin mereka diuntungkan dari sisi materil, meskipun uang panas.

Ngomong soal Pungli, disini Papappos ingin menjelaskan tentang salah satu hal yang sering dijadikan polisi untuk melakukan pungli yakni penilangan di jalan, khususnya operasi tidak resmi atau oknum polisi yang sengaja mencari kesalahan-kesalahan kecil yang dilakukan masyarakat.

Perlu dicatat bahwa setiap Operasi yang dilakukan Polisi itu mesti harus mendapat surat perintah tugas yang dikeluarkan dari atasan Kepolisian Negara Republik Indonesia (bagi opersai yang dilakukan Polri) dan dari Pegawai Negeri Sipil di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Umum (bagi penyidik Negeri Sipil) itu berdasarkan Pasal 15 ayat (1) dan (2) PP 80/2012, jadi eggak bisa seenaknya saja sembarangan melakukan razia.

Pungli Razia Ilegal
Pungli Razia Ilegal

Jadi jelas sudah, kita berkewajiban untuk mengeluarkan Surat-surat disaat operasi, tetapi kita juga memiliki hak untuk meminta surat perintah tugas, tujuanya hanya satu, untuk mengetahui legalitas dan paling utama menghindari pungli masdab.

Sementara jikalau untuk oknum polisi yang sengaja mencari kesalahan di jalan raya, contohnya seperti yang admin alami yakni tetap melaju di lampu kuning, pada dasarnya lampu kuning itu isyarat agar "Hati-hati" dan umumnya memang lebih baik memperlambat laju kendaraan dan berhenti, namun jikalau dalam posisi aman dan meyakinkan sebenarnya sah-sah saja untuk berjalan sebelum lampu merah menyala.

Namun disinilah biasanya Polisi sering mencari kesalahan, beberapa polisi sudah siap-siap menanti di depan jalan sana untuk memberhentikan, memang mereka terkesan sengaja dan indikasinya jelas, bukan menertibkan melainkan ingin mengambil keuntungan.

Dalam konsisi seperti ini, jika kita di anggap bersalah dan memang keadaan lebih mendekati salah daripada benarnya seperti kasus diatas, maka akui saja kesalahan namun jangan ladeni polisi untuk meminta sumbangan, damai atau sejenisnya, minta saja Sidang.

Sebenarnya ada opsi lain selain sidang (menurut UU) bagi kita untuk membayar denda akibat kesalahan itu tadi yakni Sidang diwakilkan (oleh polisi) dengan membayar sejumlah uang ditempat dan melalui Tranfer Bank (ada prosedurnya dan lumayan ribet) untuk diberikan Slip Biru. Namun secara pribadi, jika indikasi polisi sudah mencari kesalahan maka membayar denda kepada polisi itu sedikit meragukan jika benar-benar uang denda memang benar-benar disalurkan.. maka untuk menghindari hal itu lebih baik sidang saja lah..

Sidang di Pengadilan itu tidak ribet loh, prosedurnya tidak berbelit-belit dan cinderung mudah.. risiko STNK atau surat-surat lain memang ditahan, namun kita sudah ada Slip Merah (Surat Tilang) yang bisa menggantikan sementara surat yang ditahan sebelum persidangan dimulai.

Surat Tilang Slip Merah
Surat Tilang Slip Merah (Bercara)

Untuk lebih jelas mengenai hal ini mungkin bisa mengunjungi Cara Mengikuti Sidang Tilang di Pengadilan Negeri, ternyata setelah dipahami prosedurnya sangatlah mudah dan justru lebih menguntungkan, yang paling penting kita secara tidak langsung menghindari Pungli.. karena lama kelamaan jika masih di ladeni, dampaknya akan semakin menjadi-jadi, kalau tidak ada yang meladeni "membayar polisi" , lama kelamaan kegiatan seperti ini akan mulai ditinggalkan oleh Polisi.

Mungkin itu saja ya.. disini Papappos hanya menyarankan dan mengajak Otivers untuk melawan Pungli. Kampanye Stop Pungli dari kepolisian bahkan sampai-sampai memberikan rewards loh, uang Rp 500 ribu untuk masyarakat yang bisa merekam aksi Pungli. Memang lebih baik mengeluarkan uang kepada orang yang menegakkan keadilan daripada mengeluarkan uang kepada polisi nakal.

Artikel ini mungkin bermanfaat bagi Otivers yang ingin menghitung sendiri secara lebih detail simulasi kredit atau cicilan dari harga cash sebuah sepeda motor yang hendak di bidik. Kita enggak perlu lagi mencari brosur atau bertanya salesman untuk harga kredit dengan downpayment/dp tertentu.

Berawal dari Papappos beberapa waktu lalu mencari informasi mengenai cara menghitung simulasi kredit untuk cicilan sepeda motor untuk Otivers semua tanpa menunggu lansiran resmi leasing untuk motor baru, berhubung ada teman yang bekerja di salah satu dealer, maka kami gali informasinya dari situ. Nah, dealer tersebut bekerjasama dengan sebuah perusahaan finansial (pembiayaan) dari WOM Finance.. jadi keakuratan hitungan kita bisa sama atau mendekati bila sama dengan WOM, tetapi apabila beda sebagai contoh seperti Adira, FIF, BAF atau yang lain mungkin akan sedikit berbeda.. meskipun mirip-mirip juga.. IMO.

Menghitung Simulasi Kredit Motor
Ilustrasi

Nah, sekarang Rumus Simulasi Kredit bakalan Papappos bagi, silahkan untuk teman-teman yang butuh bisa hitung sendiri sesuka hati dengan Merk sepeda motor, DP dan tenor (rentang waktu) tertentu.

Rumus hitung:
Besaran Kredit = (((Harga OTR-DP)/Tenor)xPersentase)

Keterangan:
  • Harga OTR: Harga On The Road/Harga cash motor
  • DP: Down Payment/uang muka
  • Tenor: Lama angsuran/pengembalian
  • Persentase: Persentase keuntungan yang diambil leasing (tergantung tenor). berikut persentasenya
    1. 145% (1,45) untuk tenor 11 bulan
    2. 150% (1,50) untuk tenor 23 bulan
    3. 156% (1,56) untuk tenor 35 bulan
(Nilai persentase bisa berubah sewaktu-waktu dan berkemungkinan berbeda setiap leasing)

Seumpama saja kita akan menghitung sebuah harga Skutik 110 cc, kebanyakan untuk kelas ini dijual Rp 15 juta, kita hendak DP dengan Rp 5 juta dan dengan lama pinjaman 23 bulan. Mari kita hitung

(((15.000-5.000)/11)x1,45)
(10.000/23)x1,50
434.782x1,50
hasilnya; Rp 652.173,91

Dengan perumpamaan diatas, cicilan perbulan adalah Rp 650 ribuan selama dua tahun.

Itulah dia Cara Menghitung Simulasi Kredit Sepeda Motor, tetapi daripada mencicil mending kita menabung saja.. lebih untung (dalam jangka panjang). Toh pakai uang logam juga masih ada dealer yang menerima. Semoga bermanfaat!

23.02
Beberapa waktu lalu, Pemerintah mengumumkan bahwa salah satu Perusahaan Milik Negara (Persero), Pertamina telah menghapus Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium dan menggantikanya dengan Pertalite yang memiliki nilai RON (Research Octane Number) atau Oktan lebih tinggi. Sekarang (sejak artikel ini dimuat) Premium hanya tersedia di beberapa wilayah yang masuk dalam kategori pelosok. Nah, sebenarnya ada alasan kenapa Pemerintah melakukan hal ini.

Premium digantikan Pertalite
Premium dihapus digantikan Pertalite

Mungkin beberapa dari kita ada yang belum tahu atau penasaran apa sih alasan Pertamina menghapus Bensin Premium? nah, disini Papappos akan berusaha menjelaskan alasan penghapusan Premium.. meskipun info seperti ini bisa dikatakan sudah expired.. basi, tetapi enggak ada salahnya kalau di ulas kembali supaya kita lebih jelas.

Penghapusan Premium didasari utamanya karena Pemerintah Indonesia hendak meningkatkan kualitas udara yang semakin tercemar akibat bertambahnya volume kendaraan yang melintasi jalanan di Indonesia ini masdab.. jadi supaya lebih ramah lingkungan, Pemerintah meningkatkan Standarisasi Emisi Gas Buang dari yang sekarang Euro2 menjadi Euro3.. upaya yang dilakukan dari dua hal yakni kendaraan dan bahan bakarnya.

Dari Kendaraan, melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menetapkan kebijakan bahwa kendaraan baru yang diproduksi pabrikan/manufacturer harus lolos Emisi buangan Euro3 (kalau tidak salah aturan ini sejak semester 2 tahun 2015 lalu), pabrikan yang hendak menjual tipe kendaraan-nya di Indonesia harus dilakukan modifikasi/pergantian spesifikasi agar dapat lolos standar Euro3 kalau tidak lolos maka tipe tersebut tidak boleh dijual/mengaspal.. hal ini membuat beberapa tipe sepeda motor di Indonesia tidak lolos standarisasi ini, salah satunya adalah Kawasaki Ninja 150 yang terpaksa harus di Stop produksi oleh KMI.

Untuk Beberapa negara maju, di Kawasan Benua Eropa contohnya sudah menerapkan Standar Emisi Euro4 yang lebih ketat lagi. Indonesia sendiri sebenarnya sedang mempersiapkan ke standar ini.. namun mungkin bertahap dulu dari Euro3.. IMO. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Jendral Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi Sumber Daya Minyak, I Nyoman Wiratmaja dikutip dari salah satu media online besar, Liputan6.
"Kita memang menuju ke euro 4. Roadmap-nya sudah ada," ujarnya.

Selanjutnya, untuk mendapati standarisasi Euro3 adalah perubahan Bahan Bakarnya masdab, disini Pertamina menghapus jenis bensin dengan harga terendahnya yakni Premium, selain harga kualitasnya juga yang terendah.. Premium mengandung pewarna dye dan mengeluarkan banyak gas CO (Karbon Monoksida) serta NOx (Nitrogen Monoksida + Nitrogen Dioksida) yang berbahaya dan menimbulkan polusi.. makanya digantikanlah dengan Pertalite yang tanpa menggunakan pewarna dan mengandung zat adiktif yang lebih bersahabat untuk kendaraan maupun udara karena menghasilkan CO dan NOx yang tidak terlalu banyak.

Premium dihapus
Premium dihapus

Selain kualitasnya yang bertambah, nilai Oktan juga bertambah dari Premium (88) menjadi Pertalite (90).. Selain menghapus Premium, disitu Pertamina juga menambahkan Bensin yang lebih berkualitas, contoh lain adalah dengan tergantikan-nya Pertamax Plus (95) menjadi Pertamax Turbo (98).

Jadi kesimpulanya, alasan Premium dihapus adalah karena hendak meningkatkan kualitas udara di Indonesia dengan standarisasi emisi gas buang Euro3, hal ini yang mennyebabkan bahan bakar dan kendaraan harus dibuat agar lolos Euro3 ini.

20.15
Mungkin banyak dari kita penasaran bagaimana kalau motor kita menggunakan campuran bahan bakar minyak (BBM) misalkan untuk produk Pertamina saja ya, mencampur Pertalite dengan Pertamax, Pertamax Plus dengan Pertalite atau Premium dengan Pertalite.. apakah boleh? jawabanya boleh-boleh saja kok!

Bahan Bakar Minyak
BBM Pertamina, Premium sudah dihapus perlahan

Alasan pencampuran mungkin karena memang disengaja supaya bisa mendapatkan Kualitas lebih (contohnya Pertalite dengan Pertamax) tetapi dengan biaya yang dikeluarkan tidak banyak seperti jika full Pertamax, atau memang alasanya karena tidak disengaja contohnya jika kasusnya seperti Papappos, kemarin isi Pertamax Plus tetapi karena sekarang lagi bokek terpaksa pakai Pertamax saja.

Boleh saja mencampur BBM seperti beberapa contoh diatas, tetapi disarankan lebih baik menyesuaikan juga dengan kompresi mesin motor masdab.. karena bila dilogika otomatis mencampur Pertalite (90) dengan Pertamax (92) jelas nilai oktanya lebih rendah daripada full Pertamax (92). Itu diatas buka enggak boleh atau bahaya, tetapi "lebih baik" dilakukan supaya performa motormu enggak memble apabila kompresi mesin motor tinggi!

Lalu pertanyaan selanjutnya, apakah dengan mencampur dua jenis bahan bakar contohnya Pertalite dengan Pertamax, fitur atau keunggulan pada Pertamax masih bisa kita dapatkan untuk motor kita? bisa ikut dan beberapa jadi hangus (tidak ikut).. oke jawaba detailnya mungkin sambil kita bandingkan beberapa fitur dari BBM dari Pertamina ini;


  • Premium : Premium sudah akan tergantikan oleh Pertalite. Memiliki Nilai Oktan 88, mengandung pewarna dye.
  • Pertalite : Memiliki Nilai Oktan 90, tidak berpewarna, mengandung zat aditif Ecosave.
  • Pertamax : Memiliki Nilai Oktan 92, tidak berpewarna, mengandung zat adifit Ecosave.
  • Pertamax Plus : Pertamax Plus sudah akan tergantikan oleh Pertamax Turbo. Memiliki Nilai Oktan 95, tidak berpewarna, mengandung zat adifit Ecosave.
  • Pertamax Turbo : Memiliki Nilai Oktan 98, tidak berpewarna, mengandung zat adifit Ecosave, formula Ignition Boost Formula (IBF).


EcoSAVE adalah zat aditif yang mengandung fitur dengan fungsinya masing-masing.

  1. Detergency, membersihkan mesin.
  2. Corrotion Inhibitor, pelindung anti karat.
  3. Demulsifier, menjaga kemurniah bahan bakar dari campuran cairan seperti air.

Sayangnya, jika masdab hendak mencampur bahan bakar jenis apapun tetapi dicampurnya dengan Premium, kita bakalan kehilangan zat aditif karena bakalan tidak berfungsi jika bertemu dengan Premium, meskipun boleh-boleh saja dan nilai oktan juga naik (lebih dari Premium/88). Intinya cuma kehilangan fungsi zat aditifnya!

07.56
Beberapa orang yang Papappos temui yang kebanyakan dari mereka adalah memberikan feedback dari penggunaan jenis bahan bakar baru dari Pertamina yakni Pertalite. dari sekian orang yang bertanya kepada Papappos atau sekedar curhat, mereka merasakan feeling yang berbeda-beda masdab.. namun kebanyakan dari mereka memberikan masukan yang buruk.. motor menjadi ngandat seakan tidak ada tenaganya. Kok bisa gitu?

Pertalite
Pertalite saat tahun lalu masih dalam Uji Pasar 

Kita tahu masdab, Pertalite memiliki RON (Research Octane Number) atau Oktan yang lebih tinggi daripada Premium yang memiliki Oktan 88, sedangkan Pertalite ada di 90, hampir mendekati nilai oktan Pertamax (92). Pertalite juga sudah enggak menggunakan pewarna.. jadi warnanya kebiruan mirip bensin campuran (oli samping dan bensin premium, motor 2 tak jaman dulu..). Loh kalau seperti itu jadinya bukanya lebih bagus?

Kalau dari kualitas bahan bakar mestinya performa yang dihasilkan dari sepeda motor bisa lebih baik daripada menggunakan Premium. Seharusnya.. tetapi dari feedback yang diberikan oleh beberapa rekan, mereka kebanyakan merasa motornya seperti menjadi tidak bertenaga.
"Pertalite enggak enak, jadi serasa enggak ada tenaganya," kata Bro Aziz kepada Papappos.

Bro Aziz menggunakan Satria F150 Karburator tahun 2013 dan juga Suzuki Nex 110, dimana impresi dari kedua tungganganya tersebut terasa lebih berat atau ngandat saat menggunakan Pertalite apabila dibandingkan penggunaan Premium.

Meskipun beliau hanya memberikan pendapat berdasarkan apa yang dirasakan (feeling), tidak ada data yang membuktikan perbedaan tenaga, karena memang tidak diukur, tetapi begitulah yang terjadi.. dan hal itu dirasakan juga oleh bro Ryan, doi pakai Vega ZR keluaran terbaru (sebelum Vega RR)..

Nah, dari curhatan kedua rekan tersebut, Papappos akhirnya menulis artikel ini sekaligus mencari tahu jawaban dari curhatan mereka untuk Otivers semua yang mungkin juga merasakan yang sama.

Kalau dari analisa Papappos dan campuran dari Opini.. mohon maaf hanya sekedar opini, dikarenakan tidak ada data diatas kertas untuk dijadikan acuan. Pertalite memang memiliki kualitas yang lebih baik dilihat dari nilai oktan dan kandungan yang dicampurkan seperti tidak ada timbal dan memiliki zat anti karat yang itu belum dimiliki Premium.. itu kalau dari kualitas bahan, tetapi kalau dari kualitas pembakaran, tidak semua motor bersahabat dengan jenis BBM ini masdab terutama untuk motor yang memiliki kompresi mesin rendah..

Kita tahu Suzuki Satria memiliki kompresi 10,2 : 1, Suzuki Nex 110 (9,4 :1) dan Vega ZR (9:3 :1), bisa dikatakan kompresinya tidak terlalu tinggi, sehingga tidak butuh bahan bakar dengan oktan yang tinggi, mungkin bisa dikatakan oktanya ketinggian.. IMO, atau kemungkinan kedua, feeling tersebut dirasakan hanya karena merasa over expectation terhadap Pertalite sehingga rasanya yang seharusnya bisa lebih karena Oktan naik 2 angka, sebenarnya performanya sama jadi yang dirasa jadinya malah kurang. enggak tau juga masdab..

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget